SULAWESI TENGAH — Slasar Malioboro menghadirkan suasana heritage khas Yogyakarta tepat di kawasan Stasiun Tugu, dibuka sejak 1 Maret 2021 sebagai hasil pengembangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kawasan ini menyediakan kamar mandi, loker pintar, dan transaksi tanpa uang tunai, cocok jadi titik persinggahan pertama setelah turun dari kereta. Bagi wisatawan yang baru tiba, tempat ini memudahkan menyimpan barang sebelum melanjutkan perjalanan ke Malioboro.
Peresmian Slasar Malioboro melibatkan keluarga Keraton Yogyakarta, sebuah langkah yang menegaskan posisi kawasan ini sebagai bagian dari wajah budaya kota, bukan sekadar ruang komersial biasa. Konsep heritage yang diusung sengaja menampilkan nuansa klasik di tengah padatnya kawasan sekitar stasiun.
Slasar Malioboro berdiri di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta, hanya beberapa langkah dari titik kedatangan kereta. Konsep heritage dipilih untuk menghadirkan suasana tempo dulu yang jarang ditemui di area stasiun modern.
Pengunjung bisa merasakan atmosfer klasik tanpa harus keluar jauh dari pusat kota. Kawasan ini juga menjadi cara mengenal sisi lain Yogyakarta, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali datang.
Kawasan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis pelancong yang baru tiba. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
Fasilitas loker pintar ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan solo maupun keluarga yang ingin menjelajah Malioboro tanpa beban koper atau tas besar.
Slasar Malioboro juga menjadi pilihan wisata kuliner dengan berbagai makanan dan minuman yang bisa dinikmati sambil bersantai bersama teman. Salah satu tempat yang bisa ditemukan adalah Jozu Coffee.
Tempat ini sebelumnya dikenal sebagai Angkringan Kopi Jozz yang berlokasi di sebelah utara rel kereta api. Kini angkringan tersebut berada di Slasar Malioboro dengan lokasi yang lebih tertata dan nyaman.
Angkringan sendiri sudah lekat dengan Yogyakarta, menawarkan suasana santai dan sederhana yang membuat pengunjung bisa menikmati makanan sambil merasakan suasana khas kota ini.
Slasar Malioboro berada persis di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta, sehingga aksesnya sangat mudah bagi wisatawan yang datang dengan kereta api. Setelah turun dari peron, pengunjung tinggal berjalan menuju kawasan ini tanpa perlu transportasi tambahan.
Bagi yang datang dari luar kota menggunakan pesawat, perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo menuju kawasan Stasiun Tugu bisa ditempuh dengan kereta bandara atau kendaraan darat. Informasi rute dan tarif terkini dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau pengelola stasiun.
Waktu paling tepat mengunjungi Slasar Malioboro adalah saat baru tiba di Yogyakarta, karena kawasan ini berfungsi sebagai titik persinggahan sebelum menjelajah. Manfaatkan loker pintar untuk menyimpan barang bawaan agar perjalanan ke Malioboro dan sekitarnya lebih ringan.
Siapkan pembayaran digital karena beberapa layanan menerapkan transaksi tanpa uang tunai. Untuk informasi jam operasional dan tarif layanan terbaru, sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola atau Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk wisatawan yang baru tiba di Yogyakarta, Slasar Malioboro bisa menjadi tempat persinggahan pertama yang praktis. Setelah menyimpan barang dan beristirahat, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menjelajahi Malioboro dan berbagai destinasi di sekitarnya. Alokasikan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk singgah, bersantai di angkringan, dan menikmati suasana heritage sebelum memulai itinerary utama.