PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) menuntaskan penyambungan listrik desa berbasis anggaran APBN 2025 di 94 lokasi yang tersebar di Sulawesi Tengah. Penyelesaian program itu dilakukan bertahap hingga Juni 2026, setelah 84 lokasi tersambung lebih dulu pada April 2026. PLN kini kembali mendapat penugasan melistriki 300 lokasi di provinsi yang sama pada tahun anggaran 2026 dengan estimasi investasi Rp 500 miliar.
PALU — Senior Manager Perencanaan PT PLN UID Suluttenggo Wahidin menyatakan penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melistriki 94 lokasi di Sulawesi Tengah semula ditargetkan pada pendanaan tahun anggaran 2025. Penyelesaiannya bergeser ke semester pertama 2026 dan dituntaskan lewat kolaborasi lintas sektor.
"Alhamdulillah di bulan April 2026 sudah tersambung 84 lokasi, lalu di bulan Juni 2026 sudah tuntas 94 lokasi," kata Wahidin di Kota Palu.
Wahidin menyebut keberhasilan menuntaskan program listrik desa tepat waktu sangat menentukan keberlanjutan operasional perusahaan. Keterlambatan bukan sekadar soal target administratif.
"Tentunya ketika dengan batas waktu ini tidak selesai, maka akan menjadi beban atau tanggungan oleh PLN dan dapat mengganggu cash flow secara korporat bagi kami," ujarnya.
Dari sisi pembangunan daerah, 94 titik yang tersambung tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Warga di lokasi-lokasi tersebut sebelumnya belum menikmati aliran listrik dari jaringan PLN.
PLN menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penentu kelancaran penyambungan listrik desa. Wahidin menyebut kolaborasi lintas sektor membuat target yang diberikan Kementerian ESDM bisa diselesaikan secara bertahap.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, target yang diberikan tersebut berhasil diselesaikan secara bertahap," katanya.
Ia berharap sinergi yang sudah terbangun dengan seluruh jajaran pemerintah daerah di Sulawesi Tengah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tetap berlanjut. Menurutnya, kerja sama itu dibutuhkan agar target di masa mendatang bisa dituntaskan bersama.
"Harapannya sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik di tahun-tahun sebelumnya ini tetap berlanjut agar target di masa mendatang bisa kembali kita tuntaskan bersama-sama," ujar Wahidin.
Beban kerja PLN UID Suluttenggo tidak berhenti di 94 lokasi. Wahidin menyebut pihaknya kembali mendapatkan penugasan program listrik desa untuk melistriki mencapai 300 lokasi di Sulawesi Tengah pada tahun anggaran 2026.
Estimasi nilai investasi untuk penugasan baru itu mencapai Rp 500 miliar. Jumlah lokasi yang harus disambung naik lebih dari tiga kali lipat dibanding penugasan sebelumnya.
PLN UID Suluttenggo membawahi wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Penuntasan 94 lokasi di Sulawesi Tengah menjadi bagian dari realisasi program listrik desa berbasis APBN 2025 di tiga provinsi tersebut.