Balai Besar TNGGP Tutup Seluruh Jalur Pendakian Gede Pangrango Usai Kebakaran Satu Hektare Sabana

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:25:31 WIB
Petugas gabungan memadamkan api di kawasan sabana Gunung Gede Pangrango seluas satu hektare.

SULAWESI TENGAH — Keputusan penutupan total ini diambil setelah tim gabungan petugas, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan relawan berhasil menjinakkan api pada Jumat (7/8/2026). Area terdampak mencakup hamparan rumput kering serta sebagian kecil vegetasi kayu dalam radius lima meter dari kawasan sabana edelweiss.

Pemicu Kebakaran dan Langkah Pemadaman di Lapangan

Kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat pengelola basecamp ke Resor PTN Wilayah Gunung Putri pukul 15.15 WIB. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mencegah api merembet lebih jauh ke dalam hutan.

"Berkat kesigapan petugas, MMP, dan relawan di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya," ujar Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta dalam keterangan resminya.

Alasan Penutupan: Arahan Presien soal Karhutla

Kebijakan penutupan jalur pendakian bukan sekadar respons atas insiden tunggal. BBTNGGP merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan perlindungan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

"Langkah penutupan ini kami ambil demi keselamatan bersama dan mengefektifkan pemulihan kawasan," tegas Sadtata. Meski api telah padam, tim gabungan tetap bersiaga dan melakukan penyisiran (groundcheck) bergiliran selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi titik api susulan.

Refund Tiket Pendakian untuk Periode Penutupan

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan pada periode 7–11 Agustus, pengelola menyediakan fasilitas pengembalian dana penuh. Mekanisme refund dilakukan dengan mengirimkan tautan pengajuan secara langsung melalui nomor resmi WhatsApp BBTNGGP kepada ketua kelompok terdaftar.

"Pihak Balai Besar TNGGP memfasilitasi refund yang link-nya dikirim langsung via WhatsApp resmi ke ketua kelompok," jelas Sadtata. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan akibat kebijakan penutupan darurat tersebut.

Pemulihan Kawasan dan Kewaspadaan Musim Kemarau

Penutupan selama lima hari dinilai cukup untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan memastikan kawasan aman dari potensi percikan api. Hamparan sabana yang kering menjadi bahan bakar utama yang mempercepat perambatan api di Alun-Alun Surya Kencana.

BBTNGGP mengimbau masyarakat dan pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Larangan membuka lahan, membuang puntung rokok sembarangan, dan aktivitas yang berpotensi memicu api di kawasan taman nasional akan diperketat pengawasannya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top