IPeKB Sulteng Bangun 8 Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko Stunting di Tojo Una-una

Penulis: Deni Kurniawan  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:20:31 WIB
Delapan unit jamban sehat rampung dibangun di Kecamatan Ratolindo untuk menekan angka stunting di Kabupaten Tojo Una-una.

TOJO UNA-UNA — Sebanyak delapan unit jamban sehat rampung dibangun untuk menekan angka stunting di Kecamatan Ratolindo. Tujuh unit di antaranya bersumber dari bantuan Gubernur Sulawesi Tengah, sementara satu unit lainnya merupakan kontribusi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.

Setiap unit jamban menghabiskan biaya sekitar Rp 9,4 juta, yang mencakup pengadaan material dan upah tukang. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, meninjau langsung hasil pembangunan di lokasi, belum lama ini.

Sanitasi Layak Kunci Penurunan Stunting

Nuryamin menegaskan bahwa pembangunan sanitasi layak bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

Lingkungan yang higienis menjadi faktor penentu dalam mencegah berbagai penyakit, terutama pada anak balita. Keluarga yang memiliki akses terhadap jamban sehat dinilai lebih mampu menjaga kondisi kesehatan anggota keluarganya dibandingkan mereka yang masih bergantung pada fasilitas umum atau buang air besar sembarangan.

Dukungan Gubernur untuk Program Penyuluh KB

Bantuan Gubernur Sulawesi Tengah ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Jambore ke-3 Penyuluh KB/PKB/PLKB Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut menjadi ajang penguatan kapasitas para penyuluh di lapangan, sekaligus momentum untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Pembangunan jamban sehat ini menjadi bukti bahwa program penyuluhan tidak berhenti pada edukasi semata, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur dasar yang dibutuhkan keluarga berisiko stunting.

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Tojo Una-una dapat terus ditekan. Perbaikan sanitasi akan berjalan beriringan dengan edukasi pola asuh dan gizi yang selama ini gencar dilakukan para penyuluh KB di lapangan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sultengraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top