SULAWESI TENGAH — Mempertemukan Esemka Bima 1.3 dengan Toyota Land Cruiser Hybrid EV dalam satu meja perbandingan memang seperti membandingkan pisau dapur dengan gergaji mesin. Keduanya sama-sama alat, tapi fungsi dan target pemakainya berjauhan. Bima 1.3 hadir sebagai kendaraan niaga ringan yang mengedepankan fungsi angkut, sementara Land Cruiser Hybrid EV adalah SUV mewah berteknologi elektrifikasi dengan harga yang bisa puluhan kali lipat.
Di sisi lain, Toyota Land Cruiser Hybrid EV hadir dengan sistem hybrid yang memadukan mesin bensin dan motor listrik, menghasilkan tenaga gabungan 409 hp dengan torsi mencapai 650 Nm. Sistem hybrid ini tidak hanya memberikan akselerasi responsif, tetapi juga menjaga efisiensi bahan bakar untuk ukuran SUV sebesar Land Cruiser.
Esemka Bima 1.3 hanya menawarkan fitur keselamatan dasar seperti pengingat pintu terbuka, pengingat sabuk pengaman, pelindung benturan depan, dan engine check warning. Begitu pula pada sektor kenyamanan, Bima 1.3 hanya menyediakan AC, power outlet, dan bottle holder. Land Cruiser membalas dengan head-up display, kursi dengan memori, ventilasi AC belakang, keyless entry, hingga cruise control.
Toyota Land Cruiser Hybrid EV sedikit lebih panjang dan jauh lebih lebar, yakni 4.980 mm dan 1.980 mm, dengan tinggi 1.945 mm. Lebar yang lebih besar ini memberikan kestabilan berkendara di kecepatan tinggi dan ruang kabin yang lebih lapang untuk penumpang.
Pilihan di antara keduanya sebenarnya sederhana: apakah Anda butuh kendaraan kerja harian di medan berat dengan budget terbatas, atau menginginkan SUV premium dengan segala kemewahan dan teknologi keselamatan terkini. Jika kebutuhan Anda adalah yang pertama, Bima 1.3 adalah pilihan masuk akal. Jika yang kedua, Land Cruiser Hybrid EV berada di kelasnya sendiri.