MOROWALI — Kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Kepulauan Umbele berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan siswa-siswi SMP Negeri 2 Umbele, personel Satgas TMMD Ke-129, dan warga sekitar. Mereka bersama-sama menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai untuk memperkuat ekosistem pesisir.
Keterlibatan para pelajar dalam aksi lingkungan ini bukan sekadar seremonial. Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali, Letkol Inf Baja Sirait, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi langsung bagi generasi muda tentang fungsi vital hutan bakau.
Ekosistem mangrove memiliki peran ganda yang krusial bagi wilayah pesisir. Akar-akar pohon bakau yang kokoh mampu meredam gelombang laut dan mencegah abrasi pantai yang kerap mengancam permukiman warga di daerah kepulauan.
Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang. Keberadaannya secara tidak langsung menopang mata pencaharian nelayan lokal yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Letkol Inf Baja Sirait menyampaikan bahwa harapan besar disematkan kepada para pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia ingin pengalaman menanam mangrove bersama TNI menjadi pelajaran berharga yang melekat di ingatan mereka.
"Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir sekaligus memiliki semangat untuk terus melestarikan lingkungan di masa depan," ujar Dansatgas dalam keterangannya, baru-baru ini.
Ketua OSIS SMP Negeri 2 Umbele, Salsabila, mengaku bangga bisa ambil bagian dalam penanaman mangrove tersebut. Ia menyebut pengalaman berinteraksi langsung dengan personel TNI memberikan kesan tersendiri bagi dirinya dan teman-temannya.
"Kami sangat senang bisa ikut menanam mangrove bersama Bapak-bapak TNI. Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semoga mangrove yang kami tanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di masa depan," ungkap Salsabila.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang dihadirkan melalui Program TMMD Ke-129. Sinergi antara TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat setempat diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi kelestarian lingkungan di Kepulauan Umbele.
Dengan melibatkan generasi muda sejak dini, program ini tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan kesadaran ekologis warga. Mangrove yang tertanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi warisan hijau yang melindungi pesisir untuk puluhan tahun mendatang.