GIIAS 2026 Soroti Masa Depan Industri Otomotif Nasional Lewat GIAC dan Daily Seminar

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:03:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato kunci pada konferensi GIAC 2026 di ICE BSD City, Selasa (4/8/2026).

SULAWESI TENGAH — Rangkaian acara yang digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga diplomat dari sejumlah negara. Forum ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan ruang diskusi untuk memetakan tantangan dan peluang industri otomotif di tengah perubahan teknologi global.

Menteri Keuangan Tegaskan Sektor Otomotif Penggerak Ekonomi

Puncak acara konferensi berlangsung pada Selasa (4/8/2026) dengan tema "Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry". Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam pidato kuncinya menegaskan bahwa industri otomotif memegang peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Menurutnya, sektor ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan industri manufaktur, investasi, ekspor, hingga penciptaan lapangan kerja. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sekadar mendorong adopsi kendaraan listrik, melainkan juga memaksimalkan nilai tambah domestik dan memperkuat daya saing industri nasional.

"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Kolaborasi Internasional Jadi Kunci Daya Saing

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut GIAC menjadi wadah penting untuk membangun kesamaan pandangan mengenai masa depan industri otomotif nasional. Konferensi ini bertujuan memberikan gambaran kondisi terkini sekaligus prospek industri, memperkuat daya tarik investasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing nasional.

"Kami berharap diskusi hari ini akan memberikan masukan berharga bagi pemerintah, pelaku ekonomi, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga bersama-sama dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global," ujar Anton.

Diskusi GIAC 2026 turut menghadirkan pembicara internasional, di antaranya Deputy Head of Mission-Designate Ambassador of The Federative Republic of Germany Oliver Sperling dan Charge d’Affaires ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Mitsuru Myochin. Sesi yang dimoderatori Jahen Fachrul Rezki, Ph.D. dari LPEM FEB Universitas Indonesia ini mengupas strategi kolaborasi internasional, inovasi teknologi, serta kebijakan industri yang dibutuhkan Indonesia.

Evaluasi Peta Jalan Industri dan Pengelolaan Limbah Baterai

Selain GIAC, GIIAS 2026 juga menggelar Daily Seminar pada 5 dan 6 Agustus 2026. Hari pertama mengangkat tema "Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional" yang membahas evaluasi roadmap industri agar tetap kompetitif. Seminar yang dibuka Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie D. Sugiarto ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, LPEM FEB Universitas Indonesia, hingga Indonesia Battery Corporation (IBC).

Memasuki hari kedua, diskusi beralih pada isu lingkungan dengan tema "Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan". Forum yang dibuka Ketua Bidang Transportasi, Lingkungan dan Infrastruktur GAIKINDO Jap Ernando Demily ini membahas tantangan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik seiring meningkatnya adopsi elektrifikasi di Indonesia. Diskusi menghadirkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), hingga Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia.

Melalui GIAC dan Daily Seminar, GAIKINDO ingin menegaskan bahwa GIIAS bukan hanya panggung peluncuran kendaraan baru, tetapi juga platform edukasi dan kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri otomotif nasional.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: xposeindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top