Apple Perluas Investigasi ke OpenAI: 11 Mantan Karyawan Diduga Terlibat dalam Kebocoran Rahasia Dagang

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:46:01 WIB
Apple perluas investigasi terhadap OpenAI dengan melibatkan 11 mantan karyawan dalam dugaan kebocoran rahasia dagang.

SULAWESI TENGAH — Gugatan Apple terhadap OpenAI memasuki babak baru. Dalam pengajuan terbaru ke pengadilan, raksasa teknologi asal Cupertino itu mengklaim penyelidikan internalnya menemukan lebih banyak mantan karyawan yang diduga menyimpan atau mengakses informasi rahasia perusahaan. Temuan ini melampaui dua nama yang disebutkan dalam gugatan awal.

Apple kini resmi meminta hakim mengabulkan percepatan pemeriksaan data terhadap sejumlah pihak. Termasuk dua mantan karyawan yang digugat, Chang Liu (senior systems engineer) dan Tang Yew Tan (Chief Hardware Officer). Permintaan yang sama diajukan untuk OpenAI, yayasan terkait, serta startup perangkat keras io yang didirikan bersama mantan kepala desain Apple, Jony Ive.

Modus Kebocoran yang Terungkap

Dalam dokumen pengadilan yang dikutip, Apple memaparkan sejumlah temuan baru yang memperkuat dugaan kebocoran. Salah satunya, seorang mantan karyawan diduga mengadakan pertemuan dengan Liu dan Yu-Ting Peng, karyawan OpenAI yang juga disebut dalam gugatan awal, sebelum wawancara kerja Peng di OpenAI. Pertemuan itu diduga membahas informasi milik Apple terkait produk yang belum diluncurkan.

Temuan lain menyebutkan seorang mantan karyawan mengambil tangkapan layar dokumen rahasia Apple mengenai produk yang belum diumumkan, tepat sebelum menjalani wawancara di OpenAI.

Apple juga menyoroti perilaku mencurigakan lainnya. Setelah gugatan resmi diajukan, sejumlah mantan karyawan yang kini bekerja di OpenAI justru menghubungi Apple untuk mengembalikan perangkat kerja yang mereka bawa saat keluar. Langkah ini dinilai Apple sebagai indikasi adanya pihak lain yang mungkin terlibat dalam skema pencurian kekayaan intelektual.

Alasan Apple Minta Percepatan Pemeriksaan Data

Permintaan percepatan pemeriksaan data diajukan Apple karena perusahaan menilai ada alasan kuat untuk menduga keterlibatan lebih banyak orang dalam pencurian kekayaan intelektualnya. Status permohonan preliminary injunction atau putusan sementara yang diajukan Apple sebelumnya juga masih berjalan.

Injunksi sementara ini bertujuan menghentikan OpenAI mengembangkan perangkat AI atau produk lain yang berbasis teknologi milik Apple. Langkah hukum ini merupakan eskalasi signifikan dari perseteruan kedua perusahaan yang sebelumnya lebih banyak terjadi di ranah publik.

Bantahan OpenAI: "Kami Tidak Ingin Rahasia Dagang Apple"

OpenAI merespons cepat tudingan terbaru ini melalui pernyataan resmi di blog perusahaan. Pihak pengembang model AI itu menyebut permintaan injunksi dari Apple "didasarkan pada informasi yang salah dan sama sekali tidak perlu."

"Kami tidak memiliki, dan tidak ingin, rahasia dagang mereka. Kami jauh lebih tertarik membangun produk dan teknologi inovatif yang mendorong batas kemampuan," demikian bunyi pernyataan OpenAI.

Dalam bantahannya, OpenAI juga menyoroti sejumlah kesalahan prosedural yang pernah dilakukan Apple. Termasuk di antaranya mengirim email ke orang yang salah karena tertukar nama belakang yang mirip, serta tuduhan bahwa Apple tidak mengakui bahwa akses sisa yang memungkinkan mantan karyawan masuk ke sistem internalnya merupakan akibat dari prosedur keamanan yang lemah dari pihak Apple sendiri.

Perseteruan hukum antara Apple dan OpenAI ini menjadi salah satu kasus paling menarik di industri teknologi. Kasus ini mempertemukan dua raksasa yang sama-sama berlomba mengembangkan perangkat dan layanan berbasis kecerdasan buatan. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah persaingan AI di Silicon Valley.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top