PALU — Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti menegaskan bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, penguatan kapasitas keluarga berdampak langsung pada penurunan angka kekerasan dan stunting, sekaligus mewujudkan Kota Palu yang lebih tangguh.
“Tentunya dengan keluarga yang kuat, kita bisa menekan angka kekerasan, menurunkan stunting, dan mewujudkan Kota Palu yang lebih tangguh di masa mendatang,” kata Irmayanti di Palu, Sabtu.
Program SKK yang merupakan inisiatif Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ini telah beroperasi di empat kelurahan. Keempatnya adalah Kelurahan Tavanjuka, Palupi, Nunu, dan Birobuli Utara.
Irmayanti menjelaskan, SKK adalah program pembelajaran kelompok yang dirancang untuk mencegah berbagai persoalan sosial. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, perkawinan anak, serta upaya menekan prevalensi stunting melalui perbaikan pola asuh.
Keterlibatan para lurah dan fasilitator dinilai krusial dalam keberlanjutan program ini. Mereka diminta bersinergi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat untuk mengintegrasikan hasil evaluasi SKK ke dalam perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.
“Harapannya evaluasi Sekolah Khusus Keluarga ini sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pendampingan di masyarakat,” ucap Irmayanti.
Evaluasi yang tengah berjalan bertujuan mengidentifikasi tantangan di lapangan, mengukur keberhasilan pendampingan, serta menyusun rekomendasi perbaikan. Hasilnya akan menjadi dasar pelaksanaan SKK tahap II agar cakupannya lebih luas dan efektif.
Pemkot Palu ingin memastikan materi yang diberikan selama pendampingan benar-benar dipahami dan diterapkan oleh keluarga peserta. Indikator keberhasilannya dinilai dari perubahan pola asuh, kualitas komunikasi, dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
“Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana materi dan pendampingan SKK sudah dipahami dan diterapkan oleh keluarga serta memberikan dampak pada pola asuh, komunikasi, dan kesejahteraan keluarga,” jelas Irmayanti.
Irmayanti mengapresiasi kerja DP3A dan seluruh fasilitator yang telah mendampingi keluarga di tingkat kelurahan. Dukungan lintas sektor ini dinilai menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan ketahanan keluarga di Kota Palu.