SULAWESI TENGAH — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengonfirmasi bahwa Hyundai NEIRA, SUV listrik berkapasitas tujuh penumpang, akan memiliki kandungan lokal hingga 80 persen. Model ini dijadwalkan untuk diproduksi massal di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Jawa Barat, paling lambat pada awal 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer PT HMID Fransiscus Soerjopranoto di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu (29/7).
"TKDN-nya bisa dipastikan kira-kira 80 persen. Produksinya kita harapkan bisa lebih cepat di tahun ini. Kalau sampai mundur pun ya mungkin di awal-awal tahun depan," ujar Fransiscus. Ia menambahkan bahwa penetapan harga NEIRA akan menjadi kunci agar model ini bisa bersaing di segmen kendaraan listrik nasional.
"Dari sisi harga, pastinya kami sudah tahu rentang harga yang diinginkan masyarakat Indonesia. Kami akan masuk ke rentang yang lebih kompetitif di pasar," jelasnya. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Hyundai tidak hanya fokus pada elektrifikasi, tetapi juga berupaya membuat teknologi ramah lingkungan lebih terjangkau bagi keluarga Indonesia.
Fransiscus menegaskan bahwa NEIRA merupakan produk yang sepenuhnya dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. "Ini akan menjadi kendaraan EV 7-seater Hyundai yang pastinya adalah produk lokal, produk Indonesia. Kami akan memperkenalkan EV 7-seater ini secepatnya," katanya. Dengan kandungan lokal yang tinggi, model ini diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.
Hyundai memperkenalkan NEIRA sebagai prototipe SUV listrik tujuh penumpang yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas ramah lingkungan keluarga Indonesia. Nama NEIRA sendiri diambil dari nama daerah Banda Neira, yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Prototipe ini hanya dipajang selama dua hari, pada 29 dan 30 Juli, di ajang GIIAS 2026.
Dengan kepastian TKDN yang tinggi dan rencana produksi lokal, Hyundai NEIRA diposisikan sebagai salah satu pemain kunci di segmen SUV listrik 7-seater. Langkah ini sekaligus melengkapi portofolio kendaraan elektrifikasi Hyundai di Indonesia, yang diharapkan bisa mempercepat transisi energi di sektor transportasi nasional.