SULAWESI TENGAH — Mancini kembali ke jabatan yang pernah ia tinggalkan pada Agustus 2023, dua pekan sebelum resmi menangani Timnas Arab Saudi. Dalam konferensi pers perdananya setelah diangkat kembali, ia mengaku menyesali langkah tersebut.
"Saya sangat menyesal. Ini seperti kehilangan wanita dalam hidup Anda. Dan itu berarti Anda melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Mancini dalam pernyataan yang dikutip media Inggris.
Pelatih yang membawa Italia juara Euro 2021 itu mengakui komunikasinya dengan mantan presiden FIGC, Gabriele Gravina, saat itu tidak berjalan baik. "Itu sepenuhnya kesalahan saya," katanya.
Mancini bukan pilihan pertama federasi. Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran, sementara Andrea Pirlo gugur karena pertimbangan politik terkait sponsor dari perusahaan taruhan Rusia. FIGC akhirnya memanggil kembali Mancini sebagai opsi keempat.
Ia kini ditugaskan membangkitkan Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Kekalahan play-off dari Bosnia-Herzegovina pada April lalu memicu pengunduran diri Gravina dan pelatih Gennaro Gattuso.
Pertandingan pertama Mancini di periode keduanya akan digelar di Stadio Olimpico, Roma, pada 25 September melawan Belgia di ajang Nations League. Ia sadar sebagian suporter masih kecewa.
"Saya sadar beberapa orang akan menentang saya. Saya berharap tim bermain cukup baik sehingga orang-orang bisa memaafkan saya," ucap Mancini.
Ia berjanji akan membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya. "Saya akan mencoba membawa tim nasional kembali ke tempatnya," pungkasnya.