Rektor Untad Ingatkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Morowali: Lulus Tepat Waktu, Segera Kembali Mengabdi ke Daerah

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:36:01 WIB
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, menyampaikan arahan kepada mahasiswa penerima beasiswa Morowali di Palu, Selasa (28/7/2026).

PALU — Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya disiplin waktu bagi mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Morowali. Ia mengingatkan agar dana sebesar Rp12 juta per mahasiswa tersebut digunakan semata-mata untuk menunjang perkuliahan dan mempercepat masa studi.

Dana Beasiswa Berasal dari Pendapatan Daerah

Menurut Prof. Amar, beasiswa itu bukan sekadar bantuan biasa. Ia menyebut anggaran tersebut merupakan uang masyarakat yang bersumber dari pendapatan asli daerah dan sumber pendapatan sah lainnya.

“Biaya ini adalah biaya masyarakat yang berasal dari pendapatan daerah dan sumber lainnya. Tolong benar-benar dimanfaatkan dengan baik, baik untuk menunjang perkuliahan maupun mempercepat penyelesaian studi,” ujar Prof. Amar di Palu, Selasa (28/7/2026).

Target: Lulus Cepat, Lanjut Studi, dan Pulang ke Morowali

Rektor Untad berharap mahasiswa tidak hanya berhenti pada gelar sarjana. Ia mendorong mereka yang mampu lulus lebih cepat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kalau sudah selesai lebih cepat, nantinya mereka bisa mengikuti pendidikan lanjutan dan kembali mengabdi ke Morowali untuk mengembangkan sistem pendidikan di sana. Itu yang paling kita harapkan,” kata Prof. Amar.

Komitmen Pemda Morowali Tingkatkan Kualitas SDM

Program beasiswa ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah yang dikenal sebagai kawasan industri nikel tersebut. Para penerima diharapkan tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

“Bagi mahasiswa Morowali, manfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin,” pungkas Prof. Amar.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top