BUNGKU — Kegiatan Police Goes to School di SMP Negeri 1 Bungku berlangsung berbeda dari biasanya. Setelah upacara bendera, petugas langsung memeriksa satu per satu isi tas para siswa untuk mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya ke lingkungan sekolah.
Kasat Binmas Polres Morowali, Iptu Muh. Syaiful, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa operasi ini menyasar senjata tajam, obat-obatan terlarang, hingga lem fox yang kerap disalahgunakan remaja. "Kami menindaklanjuti laporan warga tentang siswa yang berkeliaran saat jam sekolah dan indikasi pergaulan bebas," ujarnya mewakili Kapolres Morowali.
Dalam amanatnya, Iptu Muh. Syaiful memberikan edukasi komprehensif kepada seluruh siswa. Materi yang disampaikan mencakup tertib berlalu lintas, bahaya narkoba, pencegahan tawuran, hingga dampak buruk lem fox yang kini marak di kalangan pelajar di Sulawesi Tengah.
Ia juga memotivasi para siswa untuk disiplin belajar dan menjauhi pengaruh negatif. "Jangan sampai masa depan kalian hancur hanya karena kesalahan di usia remaja," pesannya di hadapan para guru dan tenaga pendidik.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, serta Kepala Sekolah SMPN 1 Bungku, Muh. Risal. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam pembinaan karakter siswa.
Pihak sekolah menyambut positif langkah Polres Morowali. Menurut mereka, pemeriksaan mendadak semacam ini efektif menekan peredaran barang berbahaya di lingkungan pendidikan. "Kami berharap kegiatan serupa rutin dilakukan, tidak hanya di sekolah kami tapi juga di SMP lain di Morowali," ujar Muh. Risal.
Selain sweeping, Polres Morowali juga mendorong sekolah untuk memperkuat kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah positif bagi siswa. Kolaborasi dengan berbagai instansi dalam pembinaan karakter peserta didik dinilai penting untuk menekan angka kenakalan remaja di Kabupaten Morowali.
Melalui kegiatan ini, Polres Morowali berharap lingkungan pendidikan di Bungku semakin aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berprestasi dan bebas dari pengaruh negatif.