SULAWESI TENGAH — Menjelang pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, berbagai merek mobil listrik bersiap meramaikan pasar. Namun, Country Head of Motor & Auto Extended Warranty PT Sompo Insurance Indonesia, Suhandi Sumantri, mengingatkan agar konsumen tidak terpaku pada harga kompetitif dan fitur teknologi semata. Layanan purna jual dan perlindungan kendaraan justru menjadi penentu keamanan investasi jangka panjang.
Seiring dengan insentif pajak kendaraan listrik dari pemerintah dan meluasnya infrastruktur pengisian daya, minat masyarakat terhadap EV terus meningkat. Tapi, kata Suhandi, sebelum memutuskan membeli, calon pemilik wajib memahami aspek perlindungan—mulai dari garansi baterai hingga asuransi terhadap risiko kerusakan akibat banjir. “Pastikan Anda tidak hanya melihat harga, tapi juga jaminan purna jual,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi.
Baterai adalah komponen termahal dalam mobil listrik, mencapai 30-40% dari total harga kendaraan. Oleh karena itu, garansi baterai menjadi prioritas. Beberapa pabrikan menawarkan garansi 8 tahun atau 160.000 km, tapi syarat dan ketentuannya berbeda-beda. Suhandi menyarankan untuk membaca klausul garansi secara detail, termasuk cakupan degradasi kapasitas dan biaya penggantian.
Selain itu, konsumen perlu memeriksa apakah baterai tercakup dalam extended warranty atau asuransi tambahan. Sompo Indonesia, misalnya, menyediakan produk perlindungan khusus untuk komponen kelistrikan EV.
Meskipun jumlah stasiun pengisian umum bertambah, jaringan bengkel resmi yang mampu menangani mobil listrik masih terbatas di kota-kota besar. Suhandi menekankan, sebelum membeli, pastikan dealer memiliki teknisi bersertifikat dan ketersediaan suku cadang khusus EV. “Jangan sampai Anda kesulitan servis di daerah,” katanya. Layanan darurat 24 jam dan mobile service juga patut dipertimbangkan.
Mobil listrik memiliki kerentanan berbeda dari kendaraan konvensional. Sistem kelistrikan tegangan tinggi bisa rusak parah jika terendam banjir, dan biaya perbaikannya jauh lebih mahal. Asuransi standar mungkin tidak mencakup kerusakan akibat air. Suhandi merekomendasikan untuk memilih polis dengan perluasan ganti rugi banjir, serta perlindungan terhadap kebakaran baterai dan korsleting. Beberapa perusahaan asuransi kini menawarkan produk khusus EV dengan premi yang kompetitif.
Menjelang GIIAS 2026, konsumen disarankan tidak hanya melihat display mobil di booth, tapi juga bertanya langsung soal garansi dan paket perlindungan yang ditawarkan dealer. Investasi pada EV akan lebih aman jika perlindungan kendaraan sudah dianggarkan sejak awal.