BUOL — Personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) melanjutkan aksi kemanusiaan dengan mendampingi proses pendirian tenda darurat di sejumlah titik pengungsian. Tenda milik Kementerian Sosial RI itu disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi warga terdampak gempa.
Pendirian tenda dilakukan secara gotong royong antara personel Brimob, petugas Kemensos, dan unsur terkait lainnya di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini berlangsung sejak Sabtu (18/7/2026) pagi hingga sore hari.
Selain memasang tenda, personel Brimob juga mendampingi warga selama proses penyiapan hunian sementara. Mereka memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib, mulai dari pembongkaran material hingga penataan tenda di lahan yang sudah disiapkan.
“Kehadiran personel Brimob di lokasi diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pascabencana sekaligus memberikan rasa aman dan semangat kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit,” demikian keterangan dari Satbrimob Polda Sulteng.
Gempa bumi yang melanda Kabupaten Buol menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari retak-ringan hingga roboh total. Warga yang rumahnya tidak layak huni terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke tenda-tenda darurat yang kini mulai didirikan.
Brimob bersama instansi terkait terus bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Selain tenda, logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan juga mulai didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Kerja sama antara personel Brimob dan petugas Kemensos menjadi kunci kelancaran pendirian tenda darurat. Di beberapa titik, personel Brimob bahkan membantu warga memindahkan barang-barang berharga dari rumah yang rusak ke lokasi pengungsian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendirian tenda darurat masih terus berlangsung di sejumlah desa terdampak. Personel Brimob bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan memastikan kondisi tetap kondusif.