SULAWESI TENGAH — Galaxy Unpacked Juli 2026 menjadi panggung bagi Samsung untuk memamerkan evolusi lini foldable dan wearable-nya. Tidak seperti tahun lalu, kali ini Samsung menghadirkan dua varian Galaxy Z Fold secara bersamaan: model standar dan versi Ultra. Sementara di kategori jam tangan, Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan layar paling terang di kelasnya.
Galaxy Z Fold 8 mengusung desain passport-style dengan layar eksternal yang lebih lebar dan pendek, memberikan pengalaman seperti tablet saat dibuka. Model ini menjadi penerus langsung Galaxy Z Fold 7. Sementara Galaxy Z Fold 8 Ultra mempertahankan bentuk proporsional mirip pendahulunya, namun dengan peningkatan internal yang signifikan.
Galaxy Z Flip 8 hadir sebagai penerus Z Flip 7 dengan desain clamshell klasik. Berbeda dari tahun sebelumnya, Samsung tidak merilis varian Fan Edition (FE) untuk model ini.
Ketiga ponsel lipat tersebut sudah bisa dipesan di Amerika Serikat dan beberapa pasar lain mulai 22 Juli 2026. Sayangnya, Samsung belum mengumumkan harga resmi untuk masing-masing varian.
Galaxy Watch Ultra 2 hadir dalam satu varian saja dengan konektivitas LTE terpasang, tanpa opsi yang lebih murah. Harganya dibanderol USD 699,99 (sekitar Rp 11,5 juta). Pengiriman dijadwalkan mulai 7 Agustus 2026.
Keunggulan utama jam tangan ini ada pada layar melingkar 47 mm dengan kecerahan puncak 5.000 nits—yang diklaim Samsung sebagai yang pertama di dunia untuk smartwatch. Dapur pacunya mengandalkan platform Snapdragon Wear Elite, dipadu RAM 2 GB dan penyimpanan 64 GB.
Baterai 800 mAh menjadi sorotan lain. Kapasitasnya naik 35 persen dibanding Galaxy Watch Ultra generasi pertama, namun bodinya justru lebih tipis 12 persen. Dengan fitur Always-on Display aktif, daya tahan baterai diklaim mencapai 60 jam.
Fitur eksklusif yang hanya ada di Watch Ultra 2 mencakup mode Trail Run yang merekam detail elevasi dan pendakian, serta Nutrition Alert yang memberikan panduan hidrasi real-time selama olahraga. Samsung juga akan merilis aplikasi Diving khusus untuk penyelaman dan renang pada akhir tahun ini.
Tersedia dalam dua pilihan warna: Titanium Gray dan Titanium Silver.
Galaxy Watch 9 hadir dalam dua ukuran: 40 mm dan 44 mm. Harga versi Bluetooth mulai dari USD 379,99 (sekitar Rp 6,2 juta) untuk ukuran 40 mm dan USD 409,99 (sekitar Rp 6,7 juta) untuk ukuran 44 mm. Konektivitas seluler dikenakan biaya tambahan USD 50 (sekitar Rp 825 ribu), terlepas dari ukuran.
Varian 44 mm tersedia dalam warna Silver dan Graphite dengan tiga pilihan tali: Sport, Fabric, dan Misty. Sementara varian 40 mm hadir dalam Cream dan Graphite.
Meski menggunakan chipset yang sama dengan Watch Ultra 2, Galaxy Watch 9 memiliki layar dengan kecerahan maksimal 3.000 nits dan penyimpanan 32 GB. Kapasitas baterai juga lebih kecil: 390 mAh untuk ukuran 40 mm dan 445 mAh untuk ukuran 44 mm. Dengan Always-on Display aktif, daya tahan baterai diperkirakan mencapai 30 jam.
Keduanya memiliki sertifikasi MIL-STD-810H, namun Watch 9 hanya mengantongi IP68, sementara Watch Ultra 2 memiliki IP69K yang lebih tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi.
Fitur kesehatan baru yang diperkenalkan di Watch 9 dan juga tersedia di Watch Ultra 2 meliputi Heart Health Score—yang menyederhanakan indikator kardiovaskular menjadi skor mudah dipahami—serta Daily Cardio Load yang mengukur beban latihan harian.
Samsung menyertakan metode baru Smart Switch yang memungkinkan pengguna iPhone memindahkan data tanpa mengunduh aplikasi tambahan. Cukup dengan memindai kode QR dari ponsel, proses transfer data nirkabel bisa dimulai. Namun, aplikasi Smart Switch tetap menjadi opsi yang lebih lengkap karena mendukung transfer kata sandi, passkey, dan pengaturan aksesibilitas.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 juga mendukung fitur Quick-Share-AirDrop, memungkinkan berbagi file lintas perangkat seperti yang ada di Pixel 10 dan ponsel lain.
Galaxy Watch Ultra 2 jelas ditujukan bagi pengguna ekstrem yang membutuhkan daya tahan baterai panjang dan fitur olahraga outdoor mendalam. Sementara Galaxy Watch 9 menjadi pilihan lebih rasional untuk pengguna harian yang tetap ingin mendapatkan fitur kesehatan terbaru tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Bagi pengguna iPhone yang tergoda pindah ke ekosistem lipat Samsung, fitur Smart Switch tanpa aplikasi menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan.