Serapan Tenaga Kerja di IMIP Morowali Capai 97.427 Orang, Tumbuh 13,53 Persen dalam Setahun

Penulis: Eko Saputro  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:10:22 WIB
Jumlah tenaga kerja aktif di kawasan industri IMIP Morowali mencapai 97.427 orang per Juli 2026, tumbuh 13,53 persen dalam setahun.

MOROWALI — Pertumbuhan jumlah pekerja di kawasan IMIP dalam satu tahun terakhir mencapai 13,53 persen, dari posisi Juni 2025 ke Juli 2026. Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar menyebutkan, dari total 97.427 tenaga kerja aktif saat ini, sebanyak 89.335 orang adalah laki-laki dan 8.092 lainnya perempuan.

Angka tersebut melesat dibandingkan catatan lima tahun lalu. Pada 2020, jumlah tenaga kerja di kawasan industri pengolahan nikel ini masih berada di kisaran 35.592 orang.

Kontribusi ke Sektor Formal Sulteng

Emilia menjelaskan bahwa pertumbuhan ini berjalan seiring ekspansi investasi, peningkatan kapasitas produksi, dan masuknya proyek-proyek industri baru di IMIP. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angkatan kerja formal di Sulawesi Tengah konsisten meningkat dalam tiga tahun terakhir: 477,2 ribu orang pada Agustus 2023, 500,1 ribu pada 2024, dan 525,8 ribu pada Agustus 2025.

"Tren ini memperlihatkan kontribusi sektor formal kian besar terhadap struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah," ujar Emilia dalam keterangan pers di Bahodopi, Sabtu.

Proporsi tenaga kerja IMIP terhadap total penduduk bekerja dengan status buruh di Sulteng juga bergerak naik. Pada 2023 kontribusinya 1,23 persen, meningkat menjadi 1,74 persen pada 2024, meskipun sedikit turun ke 1,3 persen pada 2025.

Industri Pengolahan Jadi Sektor dengan Pertumbuhan Tertinggi

Sektor industri pengolahan di kawasan IMIP tercatat sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026, yakni 15,09 persen. Pada periode yang sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun.

Emilia menambahkan, keberadaan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam pergeseran pola ketenagakerjaan di Sulteng. "Yang dahulu lebih banyak ditopang sektor pertanian dan perikanan," katanya.

UMKM di Lingkar Industri Ikut Tumbuh

Pertumbuhan IMIP turut memekarkan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkar kawasan. Data tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP mencatat, jumlah UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit usaha pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025.

Meskipun jumlah unit usaha sempat menurun menjadi 7.190 unit pada April 2026, tenaga kerja yang terserap justru bertambah menjadi 17.080 orang. "Dinamika ini mencerminkan keberadaan industri pengolahan bukan hanya membuka peluang kerja dalam kawasan IMIP, tetapi unit usaha yang bertahan justru tumbuh dan banyak menyerap SDM untuk bekerja," tutur Emilia.

Fokus pada Pengembangan SDM Lokal

PT IMIP merespons pembangunan industri dan pengembangan sumber daya manusia sebagai dua hal yang saling berkaitan. Ke depan, penguatan kualitas SDM menjadi fokus utama perusahaan melalui program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi.

Saat ini, IMIP menjalin kemitraan dengan Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin bidang metalurgi, serta Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin Universitas Tadulako. Kerja sama itu mencakup pemberian beasiswa, kesempatan magang, dan program Praktisi Mengajar yang mempertemukan mahasiswa dengan profesional industri secara langsung.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top