MOROWALI — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengingatkan jajarannya bahwa sembilan program unggulan BERANI bukan sekadar jargon, melainkan hasil aspirasi warga yang harus dijalankan secara terukur. Ia meminta seluruh kepala sekolah tidak hanya puas dengan program sekolah gratis, tetapi aktif memastikan tidak ada anak putus sekolah.
“Saya berharap kepada kepala sekolah agar menjadikan BERANI Cerdas bukan sekadar bebas biaya sekolah. Pantau anak-anak didik kita dan dorong mereka melanjutkan kuliah,” tegas Anwar di hadapan para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Morowali dan Morowali Utara.
Di sektor kesehatan, program BERANI Sehat dirancang sebagai jaring pengaman bagi warga yang kondisi ekonominya berubah atau membutuhkan layanan yang belum ditanggung BPJS Kesehatan. Gubernur menyebut biaya visum, kecelakaan tunggal, hingga korban tawuran akan ditanggung program ini.
“Yang tidak dicover BPJS akan ditanggung melalui BERANI Sehat. Cukup menggunakan KTP Sulawesi Tengah, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Melalui BERANI Menyala, Anwar mengungkapkan masih ada 86 desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik, delapan di antaranya berada di Kabupaten Morowali. Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat elektrifikasi.
Sementara itu, di bidang infrastruktur digital, BERANI Berdering menargetkan pemasangan sekitar 160 perangkat Starlink tahun ini. Prioritas diberikan ke sekolah dari tingkat SD hingga SMA agar proses pembelajaran berbasis digital berjalan lancar. Data mencatat, masih ada sekitar 600 desa di provinsi ini yang akses internetnya belum memadai.
Gubernur juga menyoroti pembentukan karakter siswa lewat program BERANI Berkah. Ia mengajak kepala sekolah membiasakan salat Zuhur berjamaah dan memperkuat kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Di sisi tata kelola, melalui BERANI Berintegritas, Anwar menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. “Mata dan telinga gubernur di lapangan adalah bapak dan ibu sekalian. Saya berharap seluruh jajaran bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kepala cabang dinas wilayah Morowali dan Morowali Utara, kepala UPTD, serta koordinator lapangan cabang dinas.