PALU — PT PLN (Persero) UP3 Palu memadukan bantuan perangkat keras dengan penguatan kapasitas guru dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di SMA Negeri 2 Palu. Sepuluh paket komputer, lima LCD proyektor, lima layar proyektor, dan dua unit speaker menjadi sarana penunjang proses belajar mengajar digital di sekolah tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Guru SMA Negeri 2 Palu, dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama, S.H., M.Si. Manager PLN UP3 Palu, Ansar, bersama jajarannya turut hadir, begitu pula Kepala SMA Negeri 2 Palu, Drs. Eddy Siswanto, M.Si., dan para guru.
Tidak sekadar menyerahkan perangkat, PLN juga menggelar pelatihan bertajuk “Kegiatan Program Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Digitalisasi Pendidikan”. Pelatihan ini menghadirkan Syukri, S.Pd., sebagai narasumber yang membawakan materi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, media interaktif, hingga strategi meningkatkan efektivitas belajar lewat perangkat digital.
Para guru SMA Negeri 2 Palu mengikuti sesi pelatihan dengan antusias, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung penggunaan perangkat. Antusiasme ini, menurut pantauan di lokasi, menunjukkan kesiapan tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan metode pengajaran yang lebih inovatif.
Kepala SMA Negeri 2 Palu, Drs. Eddy Siswanto, M.Si., menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Bantuan perangkat digital beserta pelatihan bagi para guru ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih modern dan interaktif,” ujarnya.
Eddy berharap kolaborasi dengan PLN dapat terus berlanjut. “Semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh dunia pendidikan,” tambahnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama, S.H., M.Si., mengapresiasi kepedulian PLN terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Bantuan perangkat digital dan pelatihan bagi guru menjadi dukungan yang sangat berarti dalam memperkuat implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah,” jelas Kristi. Ia berharap kolaborasi serupa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan di Sulawesi Tengah.
Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan bahwa program TJSL ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan. “PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab menyediakan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program TJSL,” ujar Ansar.
Ia berharap bantuan dan pelatihan ini dapat mendukung guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, sehingga PLN ingin menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Program TJSL PLN ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas. Melalui penyediaan sarana dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, PLN berharap dampak positif yang berkelanjutan dapat dirasakan oleh generasi penerus bangsa.