MOROWALI — Ribuan warga memadati lokasi peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat di Kabupaten Morowali. Acara yang digagas DPC Partai Demokrat setempat itu sekaligus menjadi panggung bagi Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk menegaskan komitmen partainya membantu pemerintah, bukan sekadar bermain politik praktis.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengingatkan kader untuk tidak memikirkan kekuasaan atau perpanjangan masa jabatan. “Kalau setiap pejabat dari tingkat nasional sampai desa sudah berpikir bagaimana supaya bisa dua periode, maka pastikan kita akan gagal mensejahterakan rakyat kita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini berada di dalam pemerintahan dan harus tegak lurus dengan Presiden Prabowo Subianto. Tugas utama partai, menurutnya, adalah membantu pemerintah di semua level: dari pusat hingga desa.
Sorotan utama dalam pidato Anwar Hafid adalah potensi besar komoditas kelapa. Ia menceritakan hasil studi banding ke Provinsi Hainan, China, di mana ia menemukan air kelapa kemasan dijual seharga Rp70 ribu per botol. “Dari mana kelapanya? Dari Sulawesi Tengah kebanyakan,” ungkapnya.
Ia bersyukur bahwa di Morowali kini sudah berdiri pabrik pengolahan kelapa. “Tidak lagi kelapa kita diekspor dalam bentuk biji. Tapi sudah bisa diolah sehingga susu kelapa dan macam-macam produknya akan diproduksi di Kabupaten Morowali,” jelasnya. Langkah ini dinilai penting agar daerah tidak terus bergantung pada sektor tambang.
Anwar Hafid juga menyoroti persoalan ekonomi yang masih menghantui warga. Ia menyebut ikan sebagai komoditas dengan inflasi tertinggi di Morowali. “Terima kasih Ibu Wagub sudah bisa mengendalikan beras, tapi ikan belum bisa dikendalikan. Sehingga harga masih naik,” ujarnya di hadapan kader dan masyarakat.
Ia mendorong agar ada langkah konkret untuk menekan harga ikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Selaras dengan visi Pemprov Sulteng ‘Berani Sehat’, acara HUT Demokrat juga dimanfaatkan untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Anwar Hafid menyebut bahwa program ini adalah bagian dari instruksi Presiden Prabowo. “Sudah tiga puluh persen rakyat Morowali yang menggunakan fasilitas itu padahal gratis. Pengobatan di rumah sakit gratis. Pengobatan di puskesmas gratis. Tidak boleh dibayar,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya cek kesehatan rutin untuk mencegah penyakit seperti kolesterol, gula darah, dan hipertensi. “Itu gunanya cek kesehatan. Supaya jangan terlalu banyak orang sakit,” tegasnya.
Mantan Bupati Morowali dua periode ini sempat bernostalgia. Ia mengingat kondisi Morowali tahun 2007 yang gelap gulita—listrik hanya menyala enam jam sehari dan ekonomi tidak berjalan. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Iksan dan Wakil Bupati Iren, Morowali dinilai sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah dengan kekuatan fiskal yang sangat kuat.
Ketua Panitia, Haji Syarifudin Hafid, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran Demokrat di tengah masyarakat. “Partai Demokrat harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan manfaat sekecil apa pun,” pungkasnya.