SIGI — Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah telah menuntaskan target cetak sawah baru yang menjadi program prioritas ketahanan pangan nasional. Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai tercatat mencapai realisasi 100 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat melalui alokasi APBN.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebutkan program ini mampu memberikan tambahan produksi padi secara bertahap. Jika asumsi dua kali masa tanam dalam setahun dengan produktivitas rata-rata tiga ton per hektare, maka hasil panen bisa meningkat signifikan.
"Dari total target tersebut, realisasi kontrak yang telah berjalan hingga saat ini mencapai 6.163 hektare atau sekitar 60,54 persen dari target," kata Anwar saat ditemui awak media di Sigi, Kamis.
Program cetak sawah baru ini menyasar daerah potensial di Sulawesi Tengah. Selain Tolitoli, Poso, dan Banggai yang sudah rampung, enam kabupaten lain masih dalam tahap pengerjaan yakni Buol, Donggala, Morowali Utara, Tojo Una-una, Sigi, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.
Pelaksanaan cetak sawah baru ini merupakan bagian dari program unggulan Pemprov Sulawesi Tengah bernama Berani Panen Raya. Program tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian asta cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi beras di daerah.
"Berani Panen Raya ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna mewujudkan swasembada pangan dan menyejahterakan petani," ujar Anwar.
Dengan tambahan pasokan 61.080 ton GKG per tahun, tekanan terhadap harga beras di Sulawesi Tengah diharapkan bisa berkurang. Pemerintah daerah menargetkan produksi ini mampu menstabilkan harga di tingkat petani dan konsumen sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar provinsi.
Gubernur optimistis perluasan areal tanam baru ini akan memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia. Tahap selanjutnya, pemprov akan mempercepat realisasi kontrak di enam kabupaten yang masih berjalan.