SULAWESI TENGAH — Komisi Eropa secara resmi mengadopsi pengecualian baru untuk aturan baterainya (Batteries Regulation) pada Selasa (15/4). Pengecualian ini membebaskan Apple Watch, AirPods, dan produk wearable sejenis dari kewajiban menyediakan baterai yang bisa dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna.
Aturan baterai Uni Eropa mewajibkan semua produk elektronik konsumen yang dijual di kawasan itu memiliki baterai yang bisa diganti pengguna. Tujuannya: memperpanjang umur pakai perangkat dan memudahkan daur ulang material.
Namun, regulator menyadari tidak semua perangkat bisa memenuhi standar ini. Komisi kemudian memperluas daftar pengecualian menjadi enam kategori tambahan, termasuk jam tangan pintar (smartwatch), pelacak kebugaran (fitness tracker), dan perangkat wearable lainnya.
Alasan pengecualian ini sudah diterapkan untuk produk lain seperti sikat gigi elektrik. Membuka casing perangkat yang ringkas dan tersegel rapat, lalu menutupnya kembali secara tidak sempurna, bisa menyebabkan air masuk dan menimbulkan risiko keamanan.
Aturan juga membolehkan pengecualian jika konstruksi perangkat membuat pelepasan baterai secara inheren berbahaya. Atau jika secara teknis belum ada cara realistis untuk menyediakan akses baterai bagi pengguna dengan metode produksi saat ini.
Kategori baru ini secara efektif melindungi Apple Watch dan AirPods, yang mengandalkan desain mungil dan tersegel. Meta dengan kacamata pintar terbarunya juga ikut diuntungkan. Perubahan ini terjadi setelah tekanan berbulan-bulan dari pejabat AS karena aturan sebelumnya dikabarkan mempersulit rencana Meta membawa kacamata berlayar ke Eropa.
Menariknya, iPhone sudah lebih dulu dikecualikan dari aturan baterai lepas-pasang sejak regulasi awal dirilis. Pengecualian ini diberikan berkat ketahanan siklus baterai dan sertifikasi tahan air yang dimiliki iPhone.
Apple menyediakan layanan penggantian baterai melalui Apple Store, penyedia resmi, dan program Self Service Repair. Program ini memungkinkan pemilik melakukan perbaikan tertentu, termasuk baterai, di rumah.
Tidak semua perangkat mendapat keringanan serupa. Nintendo misalnya, telah mengumumkan akan menjual versi Switch 2 di Eropa dengan baterai yang bisa diganti pengguna untuk mematuhi aturan yang akan datang.
Keputusan ini masih dalam bentuk "delegated act" dan harus melewati pengawasan Parlemen Eropa serta Dewan Uni Eropa. Aturan baru akan berlaku 20 hari setelah dipublikasikan di Jurnal Resmi Uni Eropa, asalkan tidak ada keberatan dari kedua lembaga tersebut.
Regulasi ini merupakan bagian dari persiapan menuju penerapan penuh aturan baterai Uni Eropa yang dijadwalkan pada 2027. Dengan demikian, produsen masih memiliki waktu untuk menyesuaikan desain produk mereka dalam beberapa tahun ke depan.