SULAWESI TENGAH — Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa wilayah operasi ini memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi. Di Batam, PGN melayani pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor). Sementara itu, Palembang dan Medan merupakan pasar dengan tingkat penetrasi rumah tangga dan komersial yang tinggi (high penetration market).
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” kata Heri dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Operasi PGN di Sumatera Utara tidak berdiri sendiri. Perusahaan juga didukung oleh jaringan milik anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan ini terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, mulai dari regasifikasi LNG Arun hingga pasokan dari sejumlah blok hulu.
Gas dari hulu tersebut kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan tiga sektor utama: pembangkit listrik, kawasan industri, dan pabrik pupuk. Saat ini, PGN mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, komersial, dan industri di Sumatera bagian utara.
Proyek yang menjadi andalan PGN ke depan adalah pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang digarap oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Heri, proyek ini akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan,” ujarnya.
Jaringan transmisi Sutri nantinya akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan. Artinya, fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh sampai Lampung akan jauh lebih luas dibandingkan saat ini.
Sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis, PGN juga mengajak investor ritel terbesar Perseroan untuk meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah tersebut.
Heri menambahkan bahwa penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. “PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutupnya.