PALU — Minimnya jumlah perangkat pertandingan bersertifikat menjadi masalah klasik bagi perkembangan bola basket di Sulawesi Tengah. Kondisi itu mendorong Perbasi Sulteng bersama Perbasi Kota Palu menggelar penataran wasit untuk dua jenjang lisensi sekaligus.
Bidang Wasit Perbasi Kota Palu, Ryan, mengatakan bahwa selama ini ketersediaan wasit tidak sebanding dengan jumlah turnamen yang digelar. “Karena keterbatasan wasit yang ada di Sulawesi Tengah, dibuatlah penataran tersebut,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Penataran yang dipusatkan di Kota Palu ini tidak hanya membuka pendaftaran bagi calon wasit baru yang ingin mendapatkan Lisensi C. Perbasi juga memfasilitasi wasit yang sudah memiliki lisensi untuk mengikuti penyegaran maupun peningkatan jenjang ke Lisensi B2.
Dari data panitia, enam wasit dijadwalkan mengikuti penyegaran. Sementara itu, lima wasit akan naik level ke Lisensi B2 — terdiri dari dua wasit asal Kabupaten Donggala dan tiga wasit dari Kota Palu. Sisanya adalah peserta baru yang akan mengikuti penataran Lisensi C.
Pendaftaran telah dibuka sejak 30 Juni dan akan berlangsung hingga 5 Agustus 2026. Panitia menyediakan kuota sebanyak 30 peserta.
Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat dan lisensi sesuai kategori, baju pelatihan, jersey wasit, serta peluit. Workshop nonlisensi juga disertai sertifikat bagi peserta yang tidak mengejar lisensi formal.
Ryan berharap penataran ini mampu mencetak lebih banyak wasit yang benar-benar memahami aturan pertandingan dan siap memimpin laga sesuai standar nasional. Menurutnya, kebutuhan perangkat pertandingan di Sulawesi Tengah terus meningkat seiring maraknya kompetisi bola basket di tingkat kabupaten dan kota.
“Proses regenerasi wasit harus berjalan lebih cepat agar pelaksanaan kompetisi di Sulteng semakin didukung oleh perangkat pertandingan yang profesional dan berkualitas,” pungkasnya. CLG