SULAWESI TENGAH — Bermain di Grup A bersama Persib Bandung, Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam), Singo Edan akan menjalani seluruh laga fase grup di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Bagi Arema, turnamen ini adalah laboratorium untuk mematangkan komposisi tim.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, secara terbuka menyatakan bahwa target utama klub bukanlah gelar juara. "Misinya sama seperti turnamen pramusim yang lain. Kalau kami bisa juara, tentu itu menjadi bonus. Tetapi tujuan utama kami adalah melihat kesiapan tim sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi," ujarnya.
Klub asal Malang ini memastikan seluruh pemain akan dibawa ke Bandung. Langkah itu diambil agar tim pelatih, yang dipimpin oleh pelatih kepala, mendapatkan gambaran utuh kondisi setiap pemain sebelum kompetisi resmi bergulir.
Setiap pertandingan di Piala Presiden 2026 direncanakan menjadi momen evaluasi, baik secara individu maupun kolektif. Arema ingin melihat sejauh mana kerja sama antarpemain terbentuk dan efektivitas strategi yang telah disiapkan selama masa pramusim.
Intensitas laga melawan lawan berkualitas—terutama Persib yang notabene rival berat—diyakini bisa mempercepat proses adaptasi skuad. “Piala Presiden menjadi tolok ukur kesiapan Arema FC,” tegas Yusrinal.
Meski fokus utama pada pembangunan fondasi tim, Arema FC tidak akan menganggap enteng setiap laga. Semangat juang dan determinasi tetap menjadi identitas yang diusung. "Semangat juang dan karakter khas Singo Edan akan terus menjadi identitas tim dalam setiap laga, sembari membangun fondasi yang kuat untuk mengarungi musim 2026/2027," kata Yusrinal.
Piala Presiden 2026 juga menjadi ajang untuk mengembalikan ritme bertanding para pemain setelah masa persiapan. Turnamen ini diharapkan menjadi batu loncatan yang solid menuju kompetisi resmi Liga 1 yang akan datang.