SULAWESI TENGAH — Witan resmi memperpanjang masa baktinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, memastikan dirinya tetap berseragam oranye selama tiga musim ke depan. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir, beredar kabar bahwa pemain kelahiran Palu itu berpeluang meninggalkan klub ibu kota. Kepastian ini disampaikan langsung melalui keterangan resmi klub pada Selasa (11/2).
Di balik keputusan bertahan, Witan mengaku ikatan emosional dengan Persija dan Jakarta menjadi fondasi utamanya. Ia menyebut keluarga besarnya telah jatuh cinta pada atmosfer klub dan kota tempatnya berkarier.
"Alasan utama saya bertahan di Persija adalah karena saya dan keluarga mencintai Persija dan Kota Jakarta," ujar Witan dalam pernyataan resmi yang diterima media.
Faktor kedua yang tak kalah penting adalah kehadiran Shin Tae-yong sebagai nahkoda baru. Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai mampu memberikan proyek permainan jangka panjang yang meyakinkan sang gelandang untuk menolak tawaran dari klub lain.
Witan menegaskan bahwa keputusannya bertahan bukan tanpa ambisi. Sejak bergabung pada Januari 2023, ia belum sekalipun merasakan trofi juara bersama Persija. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang ingin segera ia lunasi.
"Saya masih memiliki keinginan besar yang belum terwujud bersama klub ini, yaitu membawa Persija meraih gelar juara agar bisa membanggakan Jakarta dan The Jakmania," pungkasnya.
Target ini menjadi bentuk tanggung jawab moral Witan terhadap suporter setia Macan Kemayoran yang tak pernah absen memberi dukungan, baik di kandang maupun tandang.
Dengan perpanjangan kontrak ini, Persija dipastikan tak akan kehilangan salah satu pemain kreatifnya di lini tengah. Witan yang kerap dimainkan sebagai gelandang serang atau sayap, menjadi aset berharga untuk menyongsong kompetisi Liga 1 musim depan. Kepastian ini juga memberi sinyal stabilitas skuad di tengah hiruk-pikuk bursa transfer yang masih berlangsung.