PALU — Ribuan kader PAN dari seluruh Sulawesi Tengah memadati Gedung Gelora Bumi Kaktus pada Sabtu (4/7/2026). Lautan biru itu bukan sekadar seremoni pelantikan pengurus daerah. Ini deklarasi perang politik tiga tahun sebelum kontestasi 2029.
Di tengah sorak sorai, Asfar resmi memimpin DPD PAN Kabupaten Morowali. Ramadhan Anas menjabat Sekretaris, dan Abdul Rahman K. Labungasa sebagai Bendahara. Usai dilantik, Asfar langsung menaikkan tensi.
"Hari ini adalah sejarah. DPD PAN Morowali siap bekerja untuk kemenangan partai dan tentu saja untuk Morowali Juara," tegasnya.
Ia memastikan PAN Morowali mendukung penuh program Bupati dan Wakil Bupati Morowali, khususnya program IKLAS JUARA. Targetnya: mensukseskan setiap program pemerintah daerah.
Ketua DPW PAN Sulteng, Sarifuddin Sudding, memberikan tantangan langsung di hadapan ribuan kader. "PAN harus masuk tiga besar partai politik dengan perolehan suara terbanyak di Sulawesi Tengah," ujarnya.
Zulkifli Hasan lebih telak lagi. Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak lahir dari panggung seremonial. "Kekuatan tumbuh ketika kader hadir menyelesaikan persoalan masyarakat," katanya.
Ia juga meminta seluruh kader mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, namun tetap kritis. "Dukung, tapi awasi," pesan Zulkifli di hadapan ribuan kader.
Pelantikan ini sengaja digelar meriah. PAN sadar bahwa 2029 akan menjadi pertarungan brutal. Karena itu, konsolidasi dimulai dari sekarang hingga ke akar rumput. Tidak ada ruang retak di internal partai.
Sejak lahir pada 23 Agustus 1998, PAN menjual keterbukaan dan demokrasi. Kini, jualan itu harus dibuktikan di lapangan. Memenuhi 5.000 kursi di gedung itu gampang. Yang sulit: memenangkan kepercayaan masyarakat melalui kerja yang konsisten, terukur, dan berdampak.