SULAWESI TENGAH — Laga yang digelar di Toronto, Kanada, ini menjadi pertandingan terakhir Piala Dunia yang digelar di kota tersebut. Bagi salah satu dari Ronaldo atau Modric, laga ini juga bisa menjadi penampilan terakhir mereka di ajang Piala Dunia. Wasit berusia 37 tahun, Espen Eskas, dipercaya untuk memimpin pertandingan krusial ini.
Eskas, yang usianya lebih muda dari kedua megabintang yang akan berlaga, bukanlah nama baru di turnamen ini. Ini menjadi penampilan keduanya sebagai wasit utama di Piala Dunia setelah sebelumnya memimpin laga imbang Uruguay melawan Cape Verde.
Pria yang mayoritas memimpin pertandingan di liga utama Norwegia ini juga sudah malang melintang di kompetisi Eropa. Ia pernah menjadi wasit di Liga Champions dan bertugas sebagai ofisial keempat di Euro 2024. Salah satu pengalamannya di turnamen ini adalah menjadi ofisial keempat saat Skotlandia kalah 3-0 dari Brasil yang membuat mereka tersingkir.
Eskas akan ditemani oleh dua rekan senegaranya, Jan Erik Engan dan Isaak Bashevkin, sebagai asisten wasit. Sementara itu, wasit keempat dan asisten wasit cadangan berasal dari Afrika Selatan, yaitu Abongile Tom dan Zakhele Siwela.
Pertandingan yang akan kick-off pada tengah malam waktu Inggris dan disiarkan langsung BBC One ini memiliki tekanan besar. Portugal hanya memenangkan satu dari tiga laga penyisihan grup untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Kroasia, setelah kalah 4-2 dari Inggris di laga pembuka, berhasil bangkit dengan mengalahkan Panama dan Ghana.
Narasi besar laga ini tentu berpusat pada Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, dua mantan rekan setim di Real Madrid. Kekalahan bagi Portugal bisa berarti akhir perjalanan Ronaldo di Piala Dunia. Di sisi lain, Modric yang membawa Kroasia ke final edisi sebelumnya juga menghadapi risiko yang sama jika timnya tumbang.
Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat apa yang dipertaruhkan. Keputusan Espen Eskas sebagai pengadil di lapangan akan menjadi salah satu sorotan utama dalam duel hidup mati dua kekuatan Eropa ini.