SULAWESI TENGAH — Anthropic akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Departemen Perdagangan AS untuk mengembalikan akses publik ke model AI Claude Fable 5. Seperti dikonfirmasi perusahaan melalui unggahan di X (dulu Twitter), model tersebut sudah bisa dipakai lagi mulai 1 Juli 2026 di platform Claude Platform, Claude.ai, Claude Code, dan Claude Cowork.
Keputusan ini menjadi babak akhir dari sengketa yang dimulai pada 12 Juni lalu, saat pemerintah AS tiba-tiba menerapkan kontrol ekspor yang melarang warga negara asing—termasuk karyawan Anthropic sendiri—untuk mengakses kedua model tersebut. Anthropic hanya diberi waktu 90 menit untuk mematuhi aturan itu, sehingga mereka memilih mematikan total akses ke Claude Fable 5 dan Mythos 5.
Masalah berawal saat Amazon Web Services (AWS) melaporkan temuan celah keamanan ke pemerintah AS. Menurut laporan The Wall Street Journal, peneliti Amazon menemukan bahwa serangkaian prompt tertentu bisa membuat Fable 5 memberikan informasi yang berpotensi digunakan untuk serangan siber.
CEO Amazon Andy Jassy kemudian dilaporkan berdiskusi langsung dengan Gedung Putih, yang akhirnya mendorong Departemen Perdagangan mengeluarkan arahan kontrol ekspor pada 12 Juni. Dalam pernyataan resmi di Newsroom, Anthropic mengkonfirmasi bahwa arahan tersebut "datang setelah insinyur Amazon melaporkan metode jailbreak kepada pemerintah AS."
Selama hampir tiga pekan, Anthropic bernegosiasi intensif dengan pemerintah. Hasilnya, Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengirimkan surat yang menyatakan bahwa Anthropic tidak lagi memerlukan lisensi ekspor untuk produknya.
Syaratnya: Anthropic harus setuju untuk "secara proaktif mendeteksi dan mengatasi risiko keamanan yang terkait dengan model," bekerja sama dengan pemerintah untuk protokol rilis di masa depan, serta melaporkan setiap "aktivitas berbahaya" yang ditemukan di model mereka.
Lutnick mengonfirmasi di X bahwa timnya telah bekerja selama dua pekan terakhir untuk mengevaluasi dan menyetujui model-model tersebut.
Untuk pengguna reguler, akses ke Claude Fable 5 akan dikembalikan secara global. Namun ada batasan sementara: pengguna paket Pro, Max, Team, dan Enterprise terpilih hanya bisa memakai Fable 5 hingga 50% dari batas pemakaian mingguan mereka sampai 7 Juli. Setelah itu, pemakaian akan dihitung menggunakan kredit penggunaan (usage credits).
Untuk pengguna enterprise di AWS, Google Cloud, dan Microsoft Foundry, Anthropic berjanji akan mengembalikan akses "secepat mungkin." Sementara itu, Claude Mythos 5—versi yang lebih canggih—masih dibatasi hanya untuk "sekelompok organisasi AS tertentu" yang sudah mendapat persetujuan pemerintah pada 26 Juni.
Anthropic mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk "memperluas akses ke mitra domestik dan internasional yang lebih luas dalam program Glasswing."
Bagi pengguna AI di Indonesia yang berlangganan Claude, kabar ini berarti Fable 5 sudah bisa diakses kembali tanpa perlu khawatir soal blokade regional. Namun perlu dicatat bahwa akses ke Mythos 5 masih terbatas untuk institusi AS tertentu—artinya pengguna Indonesia belum bisa menjangkaunya dalam waktu dekat.
Ini juga menjadi pengingat bahwa model AI canggih kini berada di bawah pengawasan ketat regulasi keamanan siber global, dan keputusan akses bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika geopolitik dan keamanan.